MASALAHsampah memang tidak pernah ada habisnya. Kebiasaan buruk masyarakat yang membuang sampah sembarangan atau membakarnya, malah menimbulkan masalah baru berupa pencemaran tanah maupun udara. Namun masalah itu kini tidak lagi dialami di SMA 1 Rembang, Purbalingga.
Lewat bank sampah sekolah (BBS) Berdikari, sampah ditabung, dimanfaatkan kembali, hasilnya nasabah mendapatkan uang. Senin (8/1), bank sampah ini menyerahkan hasil tabungan para nasabah usai upacara bendera. ìAda yang dapat Rp 70 ribu, ada yang dapat Rp 20 ribu. Namun ada pula yang hanya dapat Rp 5 ribu.
Semua tergantung dari keaktifan kelas dalam menyetorkan sampahnya ke bank sampah. Selama satu semester, tiap kelas menabung sampahnya di bank sampah. Kemudian bank akan merekap hasil tabungan dan membagikannnya di tiap awal semester. Ini kali ketiga kami membagikannya,” terang Direktur BBS Berdikari, Sukirno.
Konsep Sama
Konsep BSS Berdikari ini pada dasarnya sama seperti bank sampah pada umumnya. Di setiap tempat seperti kelas, perpustakan, koperasi, kantin dan tempat umum lainnya, diberi tiga tong sampah. Tong pertama untuk sampah anorganik seperti plastik dan sterefoam, tong kedua untuk sampah organik laku jual seperti kertas, dan tong ketiga untuk sampah organik tidak laku jual seperti dedaunan dan sisa makanan.
“Nasabah, misalnya siswa atau guru, membawa sampah yang sudah terpilah sesuai dengan jenis tong sampahnya dari kelas menuju ke bank sampah. Jenis sampah yang laku jual, seperti botol plastik dan kertas ditimbang, kemudian dicatat dalam buku tabungan bank sampah. Sampah itu lalu dipindah ke dalam bak penampungan sampah. Sedangkan sampah yang tidak laku jual, langsung dimasukkan ke bak penampungan sampah,” paparnya. Semua jenis sampah di SMA 1 Rembang dimanfaatkan.
Sampah botol plastik dijual ke pengepul sampah, untuk kemudian hasilnya dibagikan ke nasabah. Sedangkan sampah plastik tidak laku jual dibuat paving plastik. Adapun sampah organik, seperti daun, dibuat pupuk kompos organik. Meski baru satu setengah tahun, kata Kepala SMA 1 Rembang, Purwito, keberadaan BBS Berdikari telah mampu merubah perilaku sadar lingkungan warga sekolah.
Siswa, guru dan karyawan menjadi terbiasa untuk menyimpan sampah sesuai dengan jenisnya. Selain itu, menumbuhkan pula semangat wirausaha. “Apapun yang ada di sekitar kita, jika dikelola akan mampu menghasilkan manfaat secara ekonomis,” paparnya. (Ryan Rachman-72)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar